Tatalaksana Gagal Nafas pada Pasien Peripartum Kardiomiopati

  • Muhammad Hafidz Maulana S Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Iwan Nuryawan Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin
  • Kenanga Marwan Sikumbang Department Anesthesiology and Intensive Therapy, Medical Faculty of Lambung Mangkurat University, Ulin Hospital
Keywords: gagal nafas, intubasi endotrakeal, kehamilan, PPCM

Abstract

Peripartum cardiomyopathy (PPCM) adalah kardiomiopati idiopatik pada kehamilan dengan manifestasi klinis gagal jantung akibat disfungsi sistolik ventrikel kiri tanpa adanya penyakit jantung yang mendasari. Terjadi pada kehamilan trimester akhir atau 1–5 minggu pasca kelahiran. Gagal napas pada PPCM terjadi karena adanya edem paru yang berasal dari gagal jantung akut. Wanita 25 tahun dengan G2P0A1 hamil 36 minggu + intrauterine fetal death + preeklamsi berat + gagal napas ec PPCM. Sesak bertambah berat saat tidur terlentang, pink froaty positif. Tanda vital: tekanan darah 131/100 mmHg, laju nadi 141x/menit, laju nafas 37x/menit, SpO2 76% dengan non rebreathing mask 15 liter/ menit, auskultasi paru ronki diseluruh lapangan paru kanan dan kiri, terdapat suara jantung tambahan murmur dan gallop. Echocardiografi didapatkan katup jantung mitral regurgitasi ringan sedang, trikuspid regurgitasi ringan, dan ejection fraction (EF) 36%. Pasien didiagnosa PPCM berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan penunjang, pasien mengalami gagal napas tipe 1 berdasarkan hasil analisa gas darah didapatkan nilai PO2 57,0 dan PCO2 35 mmHg. Intubasi dilakukan pada pasien PPCM dengan target saturasi O2 >95%. Tatalaksana PPCM bersifat suportif/non spesifik dan kausatif/spesifik secara simultan. Penatalaksanaan non spesifik secara tidak langsung ditujukan untuk memperbaiki pertukaran gas, berupa: mengatasi hipoksemia dengan terapi oksigen, atasi hiperkapnia dengan memperbaiki ventilasi hingga melakukan ventilasi mekanik dan fisioterapi dada. Telah dilaporkan pasien gagal napas akibat PPCM yang dilakukan tindakan ventilasi mekanik dan terapi multidisiplin memberikan keberhasilan terapi yang baik.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Muhammad Hafidz Maulana S, Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Department Anesthesiology and Intensive Care Ulin General Hospital Banjarmasin Indonesia

Iwan Nuryawan, Faculty of Medicine Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Department Anesthesiology and Intensive Care Ulin General Hospital Banjarmasin Indonesia

References

Sliwa K, Hilfiker-Kleiner D, Petrie MC, Mebazaa A, Pieske B, Buchmann E, et al. Position statement on current state of knowledge on aetiology, diagnosis, management, and therapy of peripartum cardiomyopathy: a position statement from the Heart Failure Association of the European Society of Cardiology Working Group on Peripartum Cardiomyopathy. Eur J Heart Fail.2010; 12(8): 767–78.

Chesnut David H, Wong Cynthia A, Tsen Lawrence C, Ngan Kee WD, Beilin Y, Mhyre JM. Chestnut’s obstetric anesthesia: principles and practice. 5th Editon. Philadelphia, Elsevier, 2014, 960–1024.

Jayadi IGABK, Subagiartha IM. Operasi caesar dengan epidural anestesia pada pasien peripartum kardiomiopati dan hipotiroid. Medicina. 2019; 50(2): 287–90.

Elkayam U, Tummala PP, Rao K, Akhter MW, Karaalp IS, Wani OR, et al. Maternal and fetal outcomes of subsequent pregnancies in women with peripartum cardiomyopathy. N Engl J Med. 2001;344(21):1567–71

Fett JD, Christine LG, Carrway RD, Murphy JG. Five-year prospective study of the incidence and prognosis of peripartum cardiomyopathy at a single institution. Mayo Clinis Proc. 2005;80(12):1602–06.

Rodiani, Legowo G. Multigravida hamil 36 minggu dengan gemelli dan peripartum kardiomiopati. J AgromedUnila. 2017; 4(1): 120–25.

Morgan GE, Michail MS, Frolich MA. Clinical Anesthesiology.5th Ed. McGrawhill Education. 2013.

Kim MJ, Shin MS. Practical management of peripartum cardiomyopathy. Korean J Intern Med. 2017; 32(3):393–403.

Hilfiker-Kleiner D, Sliwa K. Pathophysiologi and epidemiology of peripartum cardiomyopathy. Nat Rev Cardiol. 2014;11(6):364–70.

Hilfiker-Kleiner D, Haghikia A, Nonhoff J, Bauersach J. Peripartum cardiomyopathy. current management an future perspectives. Eur Heart J. 2015; 36(18):1090–97.

Elkayam U, Akhter MW, Singh H, Khan S, Bitar F, Hameed A, et al. Pregnancy associated cardiomyopathy: clinical characteristics and a comparison between early and late presentation. Circulation. 2005;111(16):2050–5.

Rehatta NM, Hanindito E, Tantri A R. Anestesiologi dan Terapi Intensif : Buku Teks Kati-Perdatin. Gramedia Pustaka Utama. 2019.

Stoelting RK, Shaver SL, Rathmell JP, Flood P. Stoelting’s handbook of pharmacology and physiology in anesthetic practice. 3rd Edition. Philadelphia. Wolters Kluwer. 2015, 738–47.

CROSSMARK
Published
2023-03-20
DIMENSIONS
Section
Case Report

Most read articles by the same author(s)